Langsung ke konten utama

Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW) menggelar prosesi wisuda


Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW) menggelar prosesi wisudawan/ i Magister, Profesi dan Serjana, Sabtu 24/09/ 2022, Pukul 08:30 Wita.

Total wisudawan sebanyak 710 dengan rincian, program magister sebanyak 10 lulusan, program serjana sebanyak 700 lulusan. Selain itu, terdapat 7 orang terpilih sebagai lulusan terbaik yakni Oktavelani Mariana Kore dari Fakultas Theologia dengan IPK 4.00, Janter Efrana Rano Baki, Fakultas Theologia dengan IPK 3,72. Oktaviana Hungu dari FKIP Biologi dengan IPK 3,86, Ni Ketut Shintia A Pratiwi dari Fakultas Hukum dengan IPK 3,61, Yesti Yestina Rada dari Fakultas Ekonomi dengan IPK 3,89, Yuliana Lobo Haba, dari Fakultas Pertanian dengan IPK 3,70 dan Aticha Elisabeth Taco dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan IPK 3,88.

Rektor UKAW Kupang Dr. Ir Ayub Meko, M.Si mengatakan "Wisuda Sarjana ke 64 dan Pascasarjana ke 20 UKAW  periode September kali ini merupakan refleksi apa yang telah kita kejar selama ini, meskipun ditengah berbagai persoalan seperti Covid 19, kita menyatakan sampai disini Tuhan menyertai kita di berbagai musibah yang terjadi. Melalui wisuda sarjana hari ini, kita harus bersyukur dalam pergumulan bangsa indonesia pulih lebih cepat bangkit lebih kuat untuk mengejar ketertinggalan pasca Covid -19,"ujar Ayub Meko.

Menurut Rektor UKAW Kupang Dr. Ir Ayub Meko, M.Si, UKAW Kupang saat ini terdapat kurang lebih 6 ribu mahasiswa yang kuliah di UKAW Kupang. UKAW Kupang merupakan Universitas kebanggaan di NTT yang didirikan GMIT dan GKS.

"Tantangan yang dihadapi sekitar 9% mahasiswa di UKAW Kupang berada dalam kesulitan ekonomi apalagi dengan adanya Covid 19. Persoalan ini, ekomoni merupakan tantangan bagi para mahasiswa/i. untuk itu sebagai rektor saya bertanggung jawab kepada semua mahasiswa bagaimanapun untuk bisa wisuda,"pungkas Ayub Meko. ( (24/09/2022) VS


๐Ÿ‘คOleh : Vikron Sesfao

๐Ÿ‘ค Editor : Vikron Sesfao 

๐Ÿ—“️ 24 September 2022

Bagikan : 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROSEDUR DALAM MEMBUAT GUGATAN

PROSEDUR DALAM MEMBUAT GUGATAN 

Apa perbedaan "HUKUMAN PIDANA PENJARA DAN KURUNGAN" mari kita simak

PERBEDAAN HUKUMAN PIDANA PENJARA DAN KURUNGAN  Seperti yang telah kita ketahui bersama, sebagaimana Pasal 10 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana bahwa pidana pokok terdiri dari pidana mati, pidana penjara, pidana kurungan, pidana denda, dan pidana tutupan. terdapat pidana penjara dan pidana kurungan. Di antara pidana pokok seperti yang disebutkan, Keduanya, berdasarkan Pasal 22 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana memiliki kesamaan bentuk pemidanaan dengan melakukan penahanan kebebasan bagi orang- orang yang telah melakukan suatu tindak pidana.  Dalam Pasal 14 KUHP menyatakan bahwa pada pidana penjara dikenakan kewajiban kerja. Pada pidana kurungan berdasarkan Pasal 19 ayat (2) KUHP juga dikenakan kewajiban kerja tetapi lebih ringan dari pada kewajiban kerja pada terpidana penjara. Pada pidana penjara dikenakan kepada terpidana tindak kejahatan.  Pada pidana kurungan dikenakan kepada terpidana tindak pelanggaran atau pengganti pidana denda yang tidak bisa dibayarkan sesuai Pasal...

MENGENAL UPAYA HUKUM BANDING DALAM PERKARA PIDANA

Pengertian upaya hukum Berdasar Pasal 1 angka 12 KUHAP, yang dimaksud dengan upaya hukum adalah: "hak terdakwa atau penuntut umum untuk tidak menerima putusan pengadilan yang berupa perlawanan atau banding atau kasasi atau hak terpidana untuk mengajukan permohonan peninjauan kembali dalam hal serta menurut cara yang diatur-dalam undang-undang ini." Mengapa ada upaya hukum? Putusan pengadilan yang diberikan oleh hakim atas suatu perkara tidak menutup kemungkinan masih memberi rasa tidak cukup memuaskan bagi para pihak yang berperkara. Hakim sebagai pemberi keputusan sejatinya manusia biasa yang bisa saja membuat kesalahan/kekeliruan dalam menjatuhkan putusan. Oleh karena itu, demi kebenaran dan keadilan setiap putusan hakim berkemungkinan untuk diperiksa ulang melalui upaya hukum. Upaya Hukum Banding Upaya hukum banding termasuk dalam upaya hukum biasa, yaitu upaya hukum yang bersifat menghentikan pelaksanaan putusan untuk sementara. Banding dapat terlaksana setelah ada pengaj...